Penyebab dan Gejala Radang Selaput Otak (Penyakit Meningitis)

1 komentar

Penyakit meningitis


Penyakit meningitis adalah suatu peradangan dari selaput-selaput otak (meningen). Penyebab penyakit meningitis adalah berbagai macam virus dan bakteri ataupun karena penyakit lain yang memicu terjadinya peradangan pada jaringan tubuh.
Meningitis yang disebabkan oleh virus biasanya tidak berbahaya & akan pulih dengan sendirinya, sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri atau disebut dengan meningitis bakterialis lebih berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian pada 50% anak yang terkena serta menunjukkan gejala sisa lainnya seperti kelumpuhan, tuli ataupun kurangnya kemampuan belajar apabila anak berhasil sembuh.
Radang selaput otak (penyakit meningitis), merupakan infeksi dan peradangan dari selaput yang membungkus otak. Penyakit ini sering menyerang bayi berumur kurang dari 1 tahun. Penelitian di seluruh dunia dan di Jakarta menunjukkan 40% meningitis


disebabkan oleh bakteri Haemophilus Influenzae tipe b (Hib). Meningitis mempunyai gejala sebagai berikut :
  • Demam tinggi yang terjadi secara tiba-tiba
  • Sakit kepala yang sangat menyiksa dan terjadi secara terus-menerus
  • Kaku atau kejang pada leher sehingga menimbulkan rasa sakit ketika Anda hendak menundukkan kepala
  • Mual dan muntah, kadang disertai dengan diare
  • Bingung dan kehilangan orientasi bahkan terlihat linglung
  • Mengantuk dan sering loyo
  • Sakit mata atau terasa sensitif pada cahaya terang
  • Otot atau sendi terasa lemah dan ngilu


Bila menemukan gejala di atas, secepatnya bayi dibawa ke rumah sakit. Di sana tim dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, laboratorium yang meliputi tes darah dan X-Ray guna mendiagnosa penyakit. Dan bila mengarah pada meningitis, maka akan dilakukan pemeriksaan lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak).

Sumber: http://www.tdwclub.com/health/radang-selaput-otak-penyakit-meningitis/

Pencarian dengan keyword :

radang selaput otak (18), penyakit meningitis (12), gejala radang selaput otak (9), Gejala radang otak (7), peradangan otak (7), penyakit pada selaput otak (6), sembuh dari meningitis (5), penyebab radang selaput otak (4), meningitis (4), penyakit miningitis (4)
Artikel Penyebab dan Gejala Radang Selaput Otak (Penyakit Meningitis) ini dipersembahkan oleh 

Diposkan oleh sehat for ummat di 20.47

Janganlah Kamu Minum Sambil Berdiri

0 komentar

Dalam hadist disebutkan “Janganlah Kamu Minum Sambil Berdiri”. Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfinger. Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.
http://riangold.files.wordpress.com/2011/04/minum2bberdiri.jpg?w=205
Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri”. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk.”


Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).

Subhanalloh.... Rasululloh memang seorang suri tauladan terbaik di dunia ini, setiap langkah dan tingkah dalam kehidupannya mengandung hikmah.... Allohumma Sholli 'ala Muhammad Wa'ala ali Muhammad...

sumber : http://riangold.wordpress.com/2011/04/04/inilah-alasan-rosulullah-melarang-ummatnya-minum-sambil-berdiri/

Diposkan oleh sehat for ummat di 20.30
Label:

KAYA DENGAN SEDEKAH !!

0 komentar

Sedekah sangat erat kaitannya dengan rezeki. Dalam buku “The Miracle of Giving, Keajaiban Sedekah, yang ditulis oleh Ustadz Yusuf Mansur sendiri. Di dalam buku itu, disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-an’am ayat 160, yang artinya:

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan) (QS Al An’am:160).”

Ayat di atas menjelaskan Maha Rahman dan Maha Rahimnya Alloh SWT yang akan membalas 10x lipat kalau kita mau berbuat baik dan hanya membalas dengan yang seimbang ketika kita berbuat jahat...subhanallah... Dalam Surat Al-Baqarah ayat 261 Alloh juga berfirman yang artinya:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”(QS Al-baqarah:261).

Dalam ayat ini Alloh menjanjikan balasan sampai 700x lipat...

Di dalam buku ini, Ustad Yusuf Mansur berkata,, apa yang sudah kita ketahui ini akan menjadi ilmu buat kita. Sehingga jika kesusahan dalam hal finansial, nggak susah-susah minta tolong orang lain, tapi langsung minta tolong kepada Alloh.

Beberapa tips menjadi kaya dari masukan Ustad Yusuf Mansur:
• Shalat Dhuha 4 raka’at (dilaksanakan dalam 2 rakaat 2 rakaat) dapat membuka pintu rizqi.
• Meminta pada Alloh saat Shalat Tahajjud
• Memelihara dan memberi makan anak yatim
• Sedekah 10% dari penghasilan, karena 2,5% saja tidak cukup
• Sedekah 10% dari jumlah yang diinginkan. Dengan konsep ini, jika kita ingin membeli rumah seharga 100 juta, maka kita harus bersedekah sekitar Rp.10 juta terlebih dahulu.

Karena beginilah matematika sedekah menurut Ustad Yusuf Mansur
10 – 1 = 19
Begini logikanya. Dalam matematika biasa memang 10 – 1 adalah 9. Namun karena Alloh menjanjikan balasan 10x lipat seperti, maka minimal kita akan mendapatkan 9 + (1x10) = 19. Angka 10 muncul dari 1 yang kita sedekahkan dikalikan dengan 10. Jika perhitungan dilanjutkan maka akan seperti ini:
10 – 2 = 28
10 – 3 = 37
10 – 4 = 46
10 – 5 = 55
10 – 6 = 64
10 – 7 = 73
10 – 8 = 82
10 – 9 = 91
10 – 10 = 100

Jadi sekarang agak masuk akal kan jika ingin beli rumah Rp. 100 juta maka harus bersedekah Rp. 10 juta dulu..

Bagi Anda yang belum menjadi donatur atau mempunyai kebiasaan bersedekah, tidak perlu ragu atau takut miskin dengan sedekah, karena semuanya akan kembali pada diri kita. Maka yang beriman dan cinta kepada Alloh swt, insya Alloh mereka akan betul-betul menyisihkan sebagian dananya untuk mereka, dengan IKHLAS..

JADI intinya kalau kita mau kaya maka bersedekahlah, dan bagi yang sudah kaya juga jangan lupa zakat dan sedekah karena sedekah akan membuat harta kita menjadi berkah...

Wallahu’alam...
Sumber disadur dari : Majalah Donatur Yatim Mandiri
Hal : 6



Diposkan oleh sehat for ummat di 15.12
Label: , ,